Sebelummenemui Zelensky dan Putin, Jokowi lebih dulu bertandang ke Jerman untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Jokowi bersama rombongan berangkat menuju Jerman melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (26/6/2022). "Pagi hari ini saya dan rombongan terbatas akan berangkat menuju ke beberapa negara. JAKARTA PT Mass Rapid Transit ( MRT) Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada Senin (11/7/2022) hingga Jumat (15/7/2022). Kunjungan kerja yang dipimpin oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta Muhammad Effendi bertujuan untuk mempererat kerja sama penyediaan suku cadang dengan sejumlah mitra. Kedua seorang murid Yesus harus mampu bertolak ke tempat yang dalam. Yesus menyuruh Simon bertolak ke tempat yang dalam. Dengan bertolak ke tempat yang dalam, mereka mendapatkan banyak ikan. Ketika bertolak ke tempat yang dalam, kita harus siap menghadapi tantangan dan risiko yang lebih besar. Namun, kedalaman juga menyimpan potensi yang lebih besar. Liputan6com, Banyumas - Jika generasi lama mengenal pepatah "tak kenal maka tak sayang", maka generasi kekinaian mengenal ujaran "kenal di kanal digital cukup untuk saling sayang". Pameo itu setidaknya mencerminkan ikatan cinta sejoli asal Kabupaten Banyumas yang kenal di media sosial, lalu membawa kabur anak gadis orang yang belum juga genap berusia 15 tahun. ES (22) adalah pemuda asal JAKARTA Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali mengajukan cuti selama 11 hari untuk terbang ke Swiss. Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) Benny Irwan, surat pengajuan cuti itu sudah diterima oleh pihaknya. "Benar (kembali ajukan cuti 11 hari)," ujar Benny saat dikonfirmasi Kompas.com Balikkampung bercuti dan sebagainya. Menurut perancangan Ahmad akan bertolak dari Shah Alam pada hari Isnin dan akan bertolak pulang dari Kota Bahru ke Kuala Lumpur pada hari Jumaat. Justeru jikalau permusafirannya kurang dari 4 hari tidak termasuk hari masuk dan keluar dari tempat tersebut maka gugur ke atasnya untuk melakukan solat Jumaat. Terdapatbegitu banyak perkara dalam hidup yang kita bertolak ansur. Sebahagian daripada kita perlu berurusan dengan (cukai, cuaca buruk, lalu lintas). Tetapi ada sebahagian besar daripada perkara yang kita bertolak ansur walaupun kita tidak perlu. Kita melangkah sekitar, perkara terlepas pandang dan tanpa berfikir kita telah kekeringan tenaga. Soloposcom, JAKARTA — Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana beserta delegasi, bertolak menuju Tokyo, Jepang, setelah melakukan serangkaian pertemuan dengan Perdana Menteri China Li Keqiang dan Presiden Xi Jinping di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Selasa (26/7/2022). Berdasarkan siaran pers yang diterima di Jakarta, Pesawat PenjelasanPencipta manusia tentang manusia banyak terdapat dalam al-Qur'an yang menjadi salah satu sumber pengetahuan, juga sebagai hudan li al-nâs (petunjuk bagi manusia) 36 dalam memahami 33 B. Kolb dalam Andrew Newberg dan Mark Waldman, Persoalan ini dapat dipahami dari pernyataan Aristoteles, St. Thomas Aquinas yang mengatakan bahwa Berikutini teknik dasar dalam lompat jauh: 1. Awalan. Awalan atau ancang-ancang adalah gerakan permulaan dalam bentuk lari untuk mendapatkan kecepatan pada waktu akan melakukan tolakan (lompatan). Jarak awalan yang biasanya digunakan oleh para atlet lompat jauh adalah: a. Atlet putri antara 30-45 meter. iT3CD. Kamis, 3 September 2020 Bacaan Injil Lukas 51-11 Yesus berkata kepada Simon “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”. Simon menjawab “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Lukas 54-5 Ada seorang pemuda menyelesaikan kuliah S1-nya tujuh tahun lamanya. Dia sempat sharing kalau lebih enak jadi mahasiswa daripada harus bekerja. Jadi mahasiswa itu belum terikat pada jadwal jam kerja harian dan keharusan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan serta hubungan komunikasi dengan bos, karyawan lain, customer yang tidak selalu berjalan mulus. Jadi mahasiswa juga masih bisa bangun siang kalau jam kuliahnya siang atau sore hari. Masih bisa “main”, jalan-jalan, kumpul-kumpul dengan teman. Tanggung jawabnya pun sebatas menghadiri kuliah, mendengar dosen ceramah di kelas, mencari buku-buku kuliah, mengerjakan tugas-tugas kuliah, UTS, UAS. Tetapi berbeda dengan orang yang sudah bekerja, ia memiliki tanggung jawab atas pekerjaannya, hubungan dengan atasan, sesama rekan kerja, bawahan yang harus dijaga baik-baik kalau ia mau tetap dipertahankan bekerja di salah satu perusahaan tempatnya bekerja. Dalam bacaan injil hari ini Yesus menyuruh Petrus untuk “bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jalanya untuk menangkap ikan“. Jika dipikirkan lebih kritis, bagaimana mungkin seorang anak tukang kayu yang hidupnya jauh dari pantai mengatakan kepada orang yang berprofesi sebagai nelayan,“bertolaklah ke tempat lebih dalam dan tebarkanlah jalamu“? Pada awalnya Simon merasa ragu akan perkataan Yesus tersebut karena sudah satu malam menjala ikan tetapi tidak mendapatkan apapun. Selain itu, Yesus menyuruh Simon menjala ikan sesudah matahari terbit atau tengah hari. Akan tetapi karena ketaatannya kepada Yesus dan karena Yesus sendiri yang mengatakan, dia bersama teman-temannya berangkat ke tengah danau untuk menjala ikan. Setelah mereka menebarkan jala, mereka menangkap sejumlah ikan besar sehingga jala mereka mulai koyak. Pelajaran yang bisa kita renungkan bersama melalui kisah Injil hari ini adalah kesediaan untuk bertolak ke “tempat yang lebih dalam”. Tempat yang “dalam” di dalam kehidupan kita sehari-hari bisa dipahami sebagai tempat yang penuh dengan tantangan, ancaman, ketidakpastian, tetapi juga mengandung peluang. Banyak orang yang takut, enggan, tidak mau melangkah ke tempat yang dalam karena rasa takut yang ada pada dirinya. Banyak orang hanya mau berhenti pada tempat yang tidak terlalu dalam, karena tempat itu dirasa nyaman, sudah kita kuasai, sedikit mengandung resiko. Demikian pula siswa kerapkali hanya berhenti menggali pengetahuan sebatas apa yang diajarkan oleh guru mereka. Tidak berani untuk mengemukakan pendapatnya sendiri sebagai akibat dari studi mendalam terhadap materi pelajaran yang ia ambil, karena takut untuk ditentang, tidak disetujui, ditertawakan, dianggap tidak berkualitas pemikirannya. Selama rasa takut itu menyelimuti diri siswa tadi, selama itu pulalah dirinya tidak akan menemukan hal-hal yang baru di dalam pengetahuan dan keterampilannya. REFLEKSI Apakah selama ini kita mengikuti suara Tuhan yang ada dalam hati kita, atau ikut-ikutan dengan orang lain yang salah karena takut dianggap sok suci dan sok hebat? DOA Allah Tuhan kami ajarkan kami selalu agar kami selalu mengikuti hati nurani kami sebagai suaraMu dalam bertindak. Demi Kristus Tuhan kami. Amin. AKSI Mari kita selalu mengikuti suara hati kita untuk berbuat yang terbaik bagi sesama. Sumber Renungan BKSN Komisi Kateketik KAJ “Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon, Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.’” Luk 5, 4 SEORANG Romo Paroki bercerita dengan rasa gembira, “Romo ada kabar baik neh. Peminat misa harian sudah bertambah banyak. Jumlahnya tidak hanya lima orang, tetapi sudah lebih dari lima belas orang. Selain itu, peminat misa Mingguan juga semakin bertambah banyak.” Ketika saya bertanya kiat-kiat yang dilakukan, romo itu menjawab, “Tidak ada resep khusus. Saya hanya meluangkan waktu untuk mengunjungi keluarga mereka satu per satu, mulai dari ujung utara ke selatan. Memang belum semua terkunjungi. Saya hanya melihat kehidupan mereka dan mendengarkan kisah hidup keluarganya. Tidak lebih dari itu.” Yang dilakukan oleh romo paroki itu adalah hal yang sederhana. Namun demikian, semangatnya berkaitan dengan apa yang dikatakan oleh Yesus kepada Simon, yakni “Bertolaklah ke tempat yang dalam.” Romo itu tidak hanya tinggal di pastoran dan sibuk di dalam kamarnya. Dia tidak hanya menunggu umat beriman datang ke gereja dan melayani mereka selaras dengan jadwal yang ada. Dia tidak hanya mendengarkan laporan para pengurus lingkungan dan memenuhi permintaan misa dengan ujud tertentu. Dia berani keluar kamar dan meninggalkan pastoran untuk menjumpai umatnya. Dia masuk ke dalam setiap keluarga umatnya; melihat situasi dan kondisi senyatanya; melihat luapan kegembiraan dan suka cita yang mereka rasakan; mendengarkan keluh kesah atau keprihatinan mereka; menanggapi langkah-langkah mereka dalam mengatasi berbagai macam kesulitan; memberi peneguhan bagi mereka yang bimbang. Bertolak ke tempat yang dalam adalah kesediaan untuk masuk ke dalam kehidupan seseorang, berusaha mengenal dan memahami kondisi dan pergulatan hidupnya serta menerima realitas apa adanya. Bertolak ke tempat yang dalam tidak hanya berlaku bagi para gembala terhadap umat. Tetapi juga berlaku bagi para orang tua terhadap anak; bagi pimpinan terhadap karyawan; bagi pemuka masyarakat terhadap warganya. Bertolak ke tempat yang dalam merupakan usaha untuk mengenal sesama secara utuh dalam semua seginya. Pengenalan yang dalam akan membawa berkat atau banyak hal baik, seperti dialami oleh Simon. Di tempat yang dalam itulah dia bisa mendapatkan banyak ikan. Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem. Kredit foto Ilustrasi Ist Terjebak dan arus lalu lintas tak bisa bergerak berjam-jam berjam-jam di rute perjalanan Ketapang-Tanjung akhir Agustus 2022. Romo A. Joko Purwanto Pr Puncta Biasa XXIILukas 5 1-11 SEPEKAN kemarin kami berkunjung ke Paroki Tanjung di Ketapang. Kami menyapa teman yang bertugas di pedalaman. Priests visit priests. Kami berangkat dari Keuskupan Ketapang pukul pagi. Tiba di Tanjung sudah pukul Malam sudah gelap. Perjalanan habis di daerah Mahawa yang medannya rusak parah. Ada banyak mobil kecil amblas di jalan penuh lumpur. Tak bisa bergerak. Berjam-jam kami antri supaya mobil satu per satu bisa tembus. Jarak tempuh sebenarnya tinggal 15 km saja sampai di Tanjung. Tetapi karena jalan hancur kami menunggu berjam-jam sampai hari gelap. Setelah sampai di paroki, kami disambut Fr. Gusti yang jaga rumah. Romo Krisno sedang ada misa di stasi malam itu. Dia pulang ke pastoran kehujanan, karena hanya naik sepeda motor. Hari gelap, hujan deras, jalan buruk adalah menu harian yang harus dijalani. “Kamu jauh-jauh, susah-susah ke pedalaman seperti ini mau cari apa ta Kris?” tanya seorang romo yang belum pernah bermisi ke luar Jawa. “Masih ada tempat yang lebih sulit dan menantang dari sini,” Romo Krisno menjawab dengan senyum ceria. Umat di pedalaman masih sangat membutuhkan warta keselamatan. Kita harus berani diutus ke tempat-tempat yang dalam demi keselamatan jiwa-jiwa. Jangan hanya berpikir cari enak-enak, merasa cukup di tempat sendiri. Tidak mau diutus ke tempat yang dalam di luar keuskupan. Begitulah kesimpulan perbincangan kami malam itu, sambil minum tuak dan makan kimpul rebus. Injil hari ini menyiratkan agar para murid berani bertolak ke tempat yang dalam. Yesus menyuruh Simon untuk menangkap ikan. “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Kalau kita hanya pergi ke tempat dangkal, kita tidak akan mendapat apa-apa. Paling-paling ikan “uceng, cethul,” wader atau ikan kecil lainnya. Tetapi kalau kita berani pergi ke tempat yang dalam, di sana ada ikan-ikan besar yang bisa ditangkap. Selama setahun berkarya di Tanjung, Romo Krisno sudah membaptis hampir 800-an anak, membereskan banyak pasangan perkawinan. Itulah gambaran laut yang dalam. Saya di Cawas, setahun tidak sampai 20 anak yang dibaptis. Memberkati perkawinan setahun bisa dihitung dengan jari. Dengan medan yang sulit, tantangan yang berat, ombak dan badai di laut yang dalam juga bisa menghasilkan nahkoda yang handal. Alam akan mendidik kita menjadi imam yang tangguh, kuat dan “mrantasi”. Tidak mudah mengeluh. Sedang laut yang dangkal, tenang justru membuat kita menjadi imam yang manja, loyo, malas, “kakehan alesan lan sak kepenake dewe.” Imamat kita itu dari Yesus, bukan jerih payah kita sendiri. Kalau menganggap imamat itu hasil usaha kita, pengalaman Petrus akan menjelaskan. “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa.” Bekerja hanya menuruti kemauan sendiri, “sak kepenake,” tidak akan menghasilkan apa-apa. Tetapi Yesus menyuruh kita bertolak ke tempat yang dalam untuk menebarkan jala. Yesus yang punya kuasa mengutus, tidak perlu ada tawar menawar. Dia yang mengutus, Dia yang akan mengurus. Mari berani diutus bertolak ke tempat yang dalam? Berani bertolak lebih dalam,Agar bisa nangkap banyak takut menjadi imamSemua sudah diatur oleh Tuhan Cawas, duc in altum…