Pasir pasang = 0,036 m3. Jadi untuk memplester seluas 100,1 m2 diperlukan. Semen = 5,888 kg x 100,1 m2 =589,3888 kg. jika 1 sak semen = 50kg, maka perlu 589,3888 kg/ 50 kg =11,788 dibulatkan menjadi 12 sak. Pasir = 0,036 m3 x 100,1 m2 = 3,6036 m3. Demikian cara menghitung kebutuhan pasir dan semen pada plesteran.
Bahan utama yang diperlukan sebagai cara plester dinding di antaranya ada semen, pasir, dan air. Campuran bahan-bahan tersebut biasa disebut mortar. Baca juga: Begini Cara Mengatasi Tembok Retak
Jenis Pasir pertama ini Jenis Pasir yang Baik untuk Plester Dinding adalah Pasir putih bangka. Pasir Putih Bangka ini berasal dari pulau bangka yang memiliki textur lembut dan berwarana putih bersih. Jenis pasir ini adalah jenis pasir yang paling saya direkomendasikan untuk plester dinding rumah anda, gedung atau yang lainnya.
1. Satu semen plesteran dengan empat pasir tebal 15 mm. Sesuai dengan peraturan SNI 2837-2008, perbandingan campuran plesteran adalah 1 semen : 4 pasir untuk 1 m² membutuhkan 6,24 kg semen dan 0,024 m³ pasir. Plesteran yang biasa digunakan di rumah tinggal adalah ketebalan 15 mm. Contoh perhitungan adalah berikut:
Dalam perhitungan perbandingan semen ukuran 1 sak semen 40 kg, kita akan membahas 3 jenis komposisi pasir dan semen yang pas untuk membuat adukan plesteran: Dalam standar SNI tahun 2008, untuk membuat campuran adukan plesteran yang benar adalah menggunakan perbandingan 1:4.
J5ulHru.