PeralatanCucian (Laundry Machine) Beserta Penjelasannya. Laundry ( Binatu ) adalah kata benda yang mengacu pada tindakan pencucian pakaian dan linen, dimana proses pencucian sedang dilakukan atau yang telah dicuci. Laundry pertama kali dilakukan di sungai dengan merendam dan membiarkan air membawa pergi bahan yang dapat menyebabkan noda dan bau.
Peralatanyang digunakan harus direndam atau dicuci dalam larutan - 46054713. Najwashafarahma9009 Najwashafarahma9009 05.11.2021 Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas terjawab Peralatan yang digunakan harus direndam atau dicuci dalam larutan 1 Lihat jawaban Iklan
mSSn. Verified answer Larutan yang digunakan untuk merendam peralatan pada budidaya ikan hias adalah A. Kaporit. Larutan kaporit dapat membunuh kuman yang terdapat pada peralatan yang digunakan. Sehingga tidak akan mencemari air yang digunakan untuk budidaya ikan yang bisa diberikan untuk anak ikan berumur hingga 5 hari adalah D. Moina. Ikan yang baru menetas biasanya memiliki cadangan makanan yang bisa bertahan hingga beberapa hari ke depan. Ketika cadangan makanan tersebut habis kita bisa memberikan makanan Soal-soal diatas merupakan soal-soal mengenai budidaya ikan, baik ikan hias maupun ikan untuk bahan pangan. Dalam menjalankan usaha budidaya ikan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, hal-hal tersebut adalahTempat dimana kita akan memulai budidaya ikan kitaBenih ikan, apakah akan beternak ikan hias atau ikan lainnyaKualitas air, kualitas air yang baik akan membuat ikan sehat dan tumbuh dengan pakan ikan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan ikan. Dari beberapa hal diatas, hendaknya semua bisa dipenuhi. Apabila tidak terpenuhi dikhwatirkan proses budidaya ikan kita dapat mengalami kegagalan. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai budidaya ikan dapat dibaca pada link berikutPelajari lebih lanjut 1. Budidaya ikan dari benih hingga siap panen disebut Manfaat budidaya ikan konsumsi air tawar Media yang digunakan untuk budidaya ikan hias jawaban Kelas 8 SMPMapel WirausahaBab Cara budidaya ikan hiasKata Kunci Cara budidaya ikan hias, peluang usaha budidaya ikan
Meskipun sterilisasi adalah cara yang paling efektif untuk membunuh mikroorganisme tetapi proses sterilisasi tidak selalu memungkinkan dan praktis. DTT adalah satu-satunya alternatif dalam situasi tersebut DTT dapat dilakukan dengan cara merebus, mengukus atau kimiawi. Untuk peralatan, perebusan seringkali merupakan metode DTT yang paling sederhana dan efisien. “IngatAgar proses DTT atau sterilisasi menjadi efektif, terlebih dulu lakukan dekontaminasi dan cuci bilas peralatan secara seksama sebelum melakukan proses tersebut” DTT dengan Cara Merebus Gunakan panci dengan penutup yang rapat Ganti air setiap kali mendesinfeksi peralatan Rendam peralatan di dalam air sehingga semuanya terendam air Mulai panaskan air Mulai hitung waktu saat air mendidih Jangan tambahkan benda apapun ke dalam air mendidih setelah penghitungan waktu dimulai Rebus selama 20 menit Catat lama waktu perebusan peralatan di dalam buku khusus Biarkan peralatan kering dengan cara diangin-anginkan sebelum digunakan Disinfeksi Tingkat Tinggi Sarung Tangan dengan Menggunakan Uap Air Setelah sarung tangan didekontaminasi dan dicuci, maka sarung tangan ini siap untuk DTT menggunakan uap panas jangan ditaburi dengan bubuk talk Gunakan panci perebus dengan tiga susun nampan kukus Gulung bagian atas sarung tangan sehingga setelah DTT selesai sarung tangan dapat dipakaikan tanpa membuat terkontaminasi baru Letakkan sarung tangan pada nampan pengukus yang berlubang di bawahnya. Agar mudah dikeluarkan dari bagian atas nampan pengukus, letakkan 5-15 pasang sarung tangan dengan bagian jarinya mengarah ke tengah nampan. Agar proses DTT berjalan efektif, harap perhatikan jumlah maksimal sarung tangan dalam satu nampan tergantung dari diameter nampan Ulangi proses tersebut hingga semua nampan pengukus terisi sarung tangan. Susun tiga nampan pengukus di atas panci perebus yang berisi air. Letakkan sebuah panci perebus kosong di sebelah kompor Letakkan penutup di atas nampan pengukus paling atas dan panaskan air hingga mendidih. Jika air mendidih perlahan, hanya sedikit uap air yang dihasilkan dan suhunya mungkin tidak cukup tinggi untuk membunuh mikroorganisme. Jika air mendidih terlalu cepat, air akan menguap dengan cepat dan ini merupakan pemborosan bahan bakar Jika uap mulai keluar dari celah-celah di antara panci pengukus, mulailah perhitungan waktu. Catat pengukusan sarung tangan dalam buku khusus Kukus sarung tangan selama 20 menit, buka tutup panci dan letakkan dalam posisi terbalik Angkat nampan pengukus paling atas yang berisi sarung tangan dan goyangkan perlahan-lahan agar air yang tersisa pada sarung tangan dapat menetes keluar Letakkan nampan pengukus di atas panci perebus yang kosong di sebelah kompor Ulangi langkah tersebut hingga semua nampan pengukus yang berisi sarung tangan tersusun di atas panci perebus yang kosong. Letakkan penutup di atasnya agar sarung tangan menjadi dingin dan kering tanpa terkontaminasi tuang air perebus ke dalam wadah DTT "IngatJangan menempatkan nampan pengukus berlubang yang berisi sarung tangan di atas meja atau tempat lain karena sarung tangan dapat terkontaminasi oleh cemaran dari luar melalui lubang bawah nampan” Biarkan sarung tangan kering dengan diangin-anginkan sampai kering di dalam nampan selama 4-6 jam. Jika diperlukan segera, biarkan sarung tangan menjadi dingin selama 5-10 menit dan kemudian gunakan dalam waktu 30 menit pada saat masih basah atau lembab setelah 30 menit bagian jari sarung tangan akan menjadi lengket dan membuat sarung tangan sulit dipakai atau digunakan Jika sarung tangan tidak akan dipakai segera, setelah kering gunakan penjepit atas pinset disinfeksi tingkat tinggi untuk memindahkan sarung tangan. Letakkan sarung tangan tersebut dalam wadah disinfeksi tingkat tinggi lalu tutup rapat sarung tangan bisa disimpan di dalam panci pengukus yang berpenutup rapat.Sarung tangan tersebut bisa disimpan sampai satu minggu. DTT Kimiawi Bahan kimia yang dianjurkan untuk DTT adalah klorin dan glutaraldehid Cidex. Alkohol, iodine dan indofor tidak digolongkan sebagai disinfektan tingkat tinggi. Alkohol tidak membunuh virus dan spesies pseudomonas bisa tumbuh dalam larutan iodine. Larutan-larutan tersebut hanya boleh digunakan sebagai disinfektan jika disinfektan yang dianjurkan tidak tersedia. Lysol, Karbol dan Densol asam karbolik 5% atau fenol 1-2% digolongkan sebagai disinfektan tingkat rendah dan tidak dapat digunakan untuk dekontaminasi atau proses DTT. Tablet formalin hanya efektif dalam suhi tinggi dan dalam bentuk gas jenuh, Penggunaan tablet formalin sangat tidak dianjurkan. Meletakkan tablet bersama sarung tangan, bahan-bahan atau perlengkapan dalam botol kaca yang tertutup tidak akan bekerja secara efektif. Formaldehid formalin merupakan bahan karsinogenik sehingga tidak boleh lagi digunakan sebagai disinfektan tingkat tinggi yang selalu tersedia dan tidak mahal adalah klorin. Karena larutan klorin bersifat korosif dan proses DTT memerlukan perendaman selama 20 menit makan peralatan yang sudah didisinfeksi tingkat tinggi secara kimiawi harus segera dibilas dengan air matang. Lihat gambar rumus yang digunakan dalam membuat kunci pada disinfeksi tingkat tinggi secara kimia termasuk Letakkan peralatan dalam keadaan kering sudah didekontaminasi dan cuci bilas ke dalam wadah dan tuangkan desinfektan “Ingat Jika peralatan basah sebelum direndam dalam larutan kimia maka akan terjadi pengenceran larutan tersebut sehingga dapat mengurangi daya kerja atau efektifitasnya” Pastikan peralatan terendam seluruhnya dalam larutan kimia Rendam peralatan terendam seluruhnya dalam larutan kimia Rendam peralatan selama 20 menit Catat lama waktu peralatan direndam dalam larutan kimia di buku khusus Bilas peralatan dengan air matang dan angin-anginkan sampai kering di wadah disinfeksi tingkat tinggi yang berpenutup Setelah kering, peralatan dapat segera digunakan atau disimpan dalam wadah disinfeksi tingkat tinggi berpenutup rapat. DTT kateter secara kimiawi Persiapkan larutan klorin 0,5% lihat gambar rumus Pakai sarung tangan lateks atau sarung tangan rumah tangga pada kedua tangan Letakkan kateter yang sudah dicuci dan dikeringkan dalam larutan klorin. Gunakan tabung suntik steril atau DTT untuk membilas bagian dalam kateter dengan menggunakan larutan klorin. Ulangi pembilasan tiga kali. Pastikan kateter terendam dalam larutan Biarkan kateter terendam selama 20 menit Gunakan tabung suntik steril atau DTT untuk membilas kateter dengan air DTT Kateter dikeringkan dengan cara diangin-anginkan dan setelah ini dapat segera digunakan atau disimpan dalam wadah DTT yang bersih “Ingat Selalu ikuti prinsip-prinsip pemrosesan peralatan yang benar. Sebelum menggunakan kembali benda atas peralatan yang terkontaminasi, lakukan 1. Dekontaminasi 2. Cuci, bilas dan keringkan jika perlu 3. Sterilisasi atau disinfeksi tingkat tinggi 4. Gunakan segera atau simpan dalam wadah yang sesuai” Sumber referensi Buku Acuan Palatihan Klinik, Asuhan Persalinan Normal; Asuhan Esensial, Pencegahan dan Penanggulangan Segera Komplikasi Persalinan dan Bayi Baru Lahir; JNPK-KR, Departemen Kesehatan RI, 2008 Pencucian dan Pembilasan Proses Peralatan Bekas Pakai Pencucian adalah cara paling efektif untuk menghilangkan sebagian besar mikroorganisme pada peralatan/ perlengkapan yang kotor atau yang sudah digunakan. Baik sterilisasi maupun disinfeksi tingkat tinggi menjadi kurang efektif tanpa proses pencucian sebelumnya. Jika benda-benda yang terkontaminasi tidak dapat dicuci segera setelah didekontaminasi, bilas peralatan dengan air untuk mencegah korosi dan menghilangkan bahan-bahan organik, lalu cuci dengan seksama secepat yang diperlihatkan pada tabel, sebagian besar hingga 80% mikroorganisme yang terdapat dalam darah dan bahan-bahan organik lainnya bisa dihilangkan melalui proses pencucian. Pencucian juga dapat menurunkan jumlah endospora bakteri yang menyebabkan tetanus dan gangren, pencucian ini penting karena residu bahan-bahan organik bisa menjadi tempat kolonisasi mikroorganisme termasuk endospora dan melindungi mikroorganisme dari proses sterilisasi atau disinfeksi kimiawi. Sebagian contoh virus hepatitis B bisa tetap hidup pada darah yang hanya 10-8 ml yang tidak bisa dilihat dengan mata biasa dan bisa menyebabkan infeksi jika terpercik ke perlengkapan untuk proses sterilisasi tidak tersedia, pencucian secara seksama merupakan proses fisik satu-satunya untuk menghilangkan sejumlah endospora bakteri. Tabel Efektifitas berbagai proses eradiksi mikroorganisme pada alat bekas pakai Dekontaminasi Pencucianhanya air Pencuciandeterjen dan bilas DTT1 Sterilisasi1 Efektifiasmenghilangkan atau menonaktifkan mikroorganisme Membunuh virus AIDS dan Hepatitis Hingga 50% Hingga 80% 95% 100% Waktu yang diperlukan agar proses berjalan efektif Rendam selama 10 menit Cuci hingga bersih Cuci hingga terlihat bersih Rebus, kukus atau secara kimia 20 menit Kukus 20-30 menit 106 kPa 1210 CPanas kering 60 menit pada suhu 1700 C 1 Perlu didahului oleh dekontaminasi dan pencucianPerlengkapan/ bahan-bahan untuk mencuci peralatan termasuk Sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari lateks Sikat bole menggunakan sikat gigi Tabung suntik minimal ukuran 10 ml untuk kateter, termasuk kateter penghisap lendir Wadah plastik atau baja anti-karat stainless steel Air bersih Sabun atau deterjen Tahap-tahap pencucian dan pembilasan Pakai sarung tangan karet yang tebal pada kedua tangan Ambil peralatan bekas pakai yang sudah didekontaminasi hati-hati bila memegang peralatan yang tajam, seperti gunting dan jarum jahit Agar tidak merusak benda-benda yang terbuat dari plastik atau karet, jangan dicuci secara bersamaan dengan peralatan dari logam Cuci setiap benda tajam secara terpisah dan hati-hati Gunakan sikat dengan air dan sabun untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran Buka engsel gunting dan klem Sikat dengan seksama terutama di bagian sambungan dan sudut peralatan Pastikan tidak ada sisa darah dan kotoran yang tertinggal pada peralatan Cuci setiap benda sedikitnya tiga kali atau lebih jika perlu dengan air dan sabun atau deterjen Bilas benda-benda tersebut dengan air bersih Ulangi prosedur tersebut pada benda-benda lain Jika peralatan didisinfeksi tingkat tinggi secara kimiawi misalkan dalam larutan klorin 0,5% tempatkan peralatan dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum memulai proses DTTAlasan Jika peralatan masih basah mungkin akan mengencerkan larutan kimia dan membuat larutan menjadi kurang efektif Peralatan yang akan didisinfeksi tingkat tinggi dengan dikukus atau direbus, atau disterilisasi di dalam otoklaf atau oven panas kering, tidak perlu dikeringkan dulu sebelum proses DTT atau sterilisasi dimulai Selagi masih memakai sarung tangan, cuci sarung tangan dengan air dan sabun dan kemudian bilas dengan seksama menggunakan air bersih Gantungkan sarung tangan dan biarkan kering dengan cara diangin-anginkan. Bola karet menghisap tidak boleh dibersihkan dan digunakan ulang untuk lebih dari satu karet seperti itu harus dibuang setelah digunakan, kecuali jika dirancang untuk dipakai ulang. Secara ideal kateter penghisap DeLee harus dibuang setelah satu kali digunakan; jika hal ini tidak memungkinkan, kateter harus dibersihkan dan didisinfeksi tingkat tinggi dengan seksama. Kateter urin sangat sulit dibersihkan dan didisinfeksi tingkat tinggi. Penggunaan kateter dengan kondisi tersebut di atas pada lebih dari satu ibu dapat meningkatkan risiko infeksi jika tidak diproses dengan mencuci kateter termasuk selang atau pipa plastik penghisap lendir, ikuti tahap-tahap berikut Pakai sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari lateks pada kedua tangan Lepaskan penutup wadah penampung lendir untuk kateter penghisap lendir Gunakan tabung suntik besar untuk mencuci bagian dalam kateter sedikitnya tiga kali atau lebih jika perlu dengan air dan sabun atau deterjen Bilas kateter menggunakan tabung suntik dan air bersih Letakkan kateter dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum dilakukan DTT. Catatan Kateter harus didisinfeksi tingkat tinggi secara kimia DTT Kimiawi.Kateter bila rusak jika didisinfeksi tingkat tinggi dengan direbus. Sumber referensi Buku Acuan Palatihan Klinik, Asuhan Persalinan Normal; Asuhan Esensial, Pencegahan dan Penanggulangan Segera Komplikasi Persalinan dan Bayi Baru Lahir; JNPK-KR, Departemen Kesehatan RI, 2008 Sterilisasi adalah suatu tindakan untuk membunuh kuman pathogen dan apatogen beserta sporanya pada peralatan kesehatan perawatan dan kedokteran dengan cara merebus, stoom, panas tinggi, atau menggunakan bahan kimia. Sterilisasi alat kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi ketika peralatan tersebut digunakan. Artikel berikut akan membahas beberapa teknik sterilisasi alat kesehatan yang biasa digunakan Jenis Peralatan kesehatan yang dapat disterilkan Peralatan kesehatan yang terbuat dari logam, misalnya pinset, gunting, speculum dan lain-lain. Peralatan kesehatan yang terbuat dari kaca, misalnya semprit spuit, tabung kimia dan lain-lain. Peralatan kesehatan yang terbuat dari karet, misalnya, kateter, sarung tangan, pipa penduga lambung, drain dan lain-lain. Peralatan kesehatan yang terbuat dari ebonit, misalnya kanule rectum, kanule trachea dan lain-lain. Peralatan kesehatan yang terbuat dari email, misalnya bengkok nierbekken, baskom dan lain-lain. Peralatan kesehatan yang terbuat dari porselin, misalnya mangkok, cangkir, piring dan lain-lain. Peralatan kesehatan yang terbuat dari plastik, misalnya slang i8nfus dan lain-lain. Peralatan kesehatan yang terbuat dari tenunan, misalnya kain kasa, tampon, doek operasi, baju, sprei, sarung bantal dan lain-lain. Pelaksanaan sterilisasi alat kesehatan Teknik sterilisasi alat kesehatan dengan cara rebusMensterikan Peralatan kesehatan dengan cara merebus didalam air sampai mendidih 1000C dan ditunggu antara 15 sampai 20 menit. Misalnya Peralatan kesehatan dari logam, kaca dan karet. Teknik sterilisasi alat kesehatan dengan cara stoomMensterikan Peralatan kesehatan dengan uap panas didalam autoclave dengan waktu, suhu dan tekanan tertentu. Misalnya alat tenun, obat-obatan dan lain-lain. Teknik sterilisasi alat kesehatan dengan cara panas keringMensterikan Peralatan kesehatan dengan oven dengan uap panas tinggi. Misalnya Peralatan kesehatan logam yang tajam, Peralatan kesehatan dari kaca dan obat tertentu. Teknik sterilisasi alat kesehatan dengan cara menggunakan bahan kimiaMensterikan Peralatan kesehatan dengan menggunakan bahan kimia seperti alkohol, sublimat, uap formalin, khususnya untuk Peralatan kesehatan yang cepat rusak bila kene panas. Misalnya sarung tangan, kateter, dan lain-lain.
98 proses penanaman mikroba ke media kultur Gambar 50. Selanjutnya dilakukan proses inkubasi untuk menumbuhkan mikroba tersebut. Proses inkubasi berlangsung 1-3 hari, tergantung suhu inkubator, media yang digunakan, dan jenis mikroba yang diinokulasi. Gambar 50. Proses inokulasi mikroba Sumber ... LEMBAR TUGAS Lakukan inokulasi mikroba secara aseptis dengan alat inokulasi sesuai SOP 1. Cara taburan 2. Cara goresan 3. Cara tusukkan c. Merawat Peralatan Laboratorium Perawatan dan pemeliharaan peralatan laboratorium merupakan hal yang mutlak dilakukan di laboratorium. Pemilihan, penggunaan, pembersihan, pengeringan dan penyimpanan yang tepat menjadi kunci perawatan peralatan gelas, keramik dan alat penunjang kerja lainnya. Perawatan dan pemeliharaan peralatan laboratorium merupakan tindakan pencegahan yang dilakukan agar peralatan laboratorium selalu dalam keadaan baik. Di unduh dari 99 Tindakan yang dapat dilakukan untuk merawat dan memelihara peralatan laboratorium Sebelum menggunakan peralatan gelas, periksa dengan seksama apakah peralatan yang digunakan dalam keadaan baik. Peralatan gelas yang baru biasanya bersifat basa dan harus dicuci pada saat diterima. Umumnya direndam dengan HCl atau HNO 3 sebelum dicuci dan dibilas dengan air destilasi. Tidak merendam peralatan gelas dalam waktu lama dalam basa kuat karena akan merusak gelas. Gunakan peralatan volumetri yang terbuat dari borosilikat, jika digunakan untuk asam korosif dan lain-lain. Saat mengaduk larutan dalam wadah gelas seperti gelas piala dan labu hindari penggunaan batang pengaduk dengan ujung tajam yang dapat menggores peralatan gelas Tidak mencampur asam sulfat pekat dengan air di dalam gelas ukur. Reaksi panas dapat memecahkan dasar gelas ukur Jangan gunakan sikat dengan bulu yang rusak dapat menggores gelas Peralatan gelas yang tergores, retak atau pecah tidak digunakan untuk memanaskan karena suhu yang kuat akan membuat peralatan gelas cenderung mudah pecah Lakukan pemanasan secara bertahap untuk mencegah pecahnya alat akibat perubahan suhu yang mendadak Tidak meletakan peralatan gelas dingin ke atas hotplate apabila hotplate telah dalam keadaan panas. Hangatkan terlebih dahulu melalui suhu yang bertahap. Buang pecahan atau alat yang rusak dengan aman. Gunakan tempat pembuangan khusus yang didesain tahan bocor dan diberi label dengan jelas Di unduh dari 100 LEMBAR TUGAS 1. Lakukan identifikasi titik kritis pada perawatan alat-alat gelas dilaboratorium secara berkelompok 2. Diskusikan dalam kelompok sesuai fakta yang diperoleh dan buat rangkuman kesimpulan dari diskusi anda 3. Presentasikan hasil diskusi kelompok di dalam kelas No. Nama alat gelas Titik kritis dalam perawatan Cara melaksanakan 1 Pencucian peralatan Untuk menjaga kebersihan, pada setiap akhir hari kerja semua peralatan laboratorium yang telah digunakan harus segera dicuci dan disimpan pada tempatnya. Dengan demikian, semua peralatan dalam keadaan bersih dan siap digunakan pada kegiatan laboratorium berikutnya. Perlakuan yang diberikan pada peralatan tersebut berbeda tergantung dari jenis bahan dan fungsinya. Peralatan dari bahan gelas membutuhkan perawatan yang berbeda dengan peralatan dari logam; demikian pula dengan peralatan yang peka atau teliti harus ditangani secara lebih hati-hati dibandingkan peralatan yang kurang peka atau teliti. Tabung reaksi yang telah digunakan harus dikosongkan, dibilas dengan air, dicuci dengan air panas yang mengandung deterjen alkalin dan dilanjutkan dengan pembilasan menggunakan air panas. Terakhir tabung reaksi dibilas dengan air destilasi dan dikeringkan. Di unduh dari 101 Pipet dibilas dengan air dingin segera setelah digunakan, cuci dengan air destilasi seperti pada pencucian tabung reaksi dan keringkan. Peralatan gelas yang digunakan untuk wadah sampel mikroba, kultur harian, peralatan agitasi, pengambilan sampel dan peralatan lain yang kontak dengan susu tidak hanya selalu harus bersih tetapi juga perlu disterilisasi sebelum digunakan. Sterilisasi dimaksud adalah metode sterilisasi sederhana, yaitu rendam dalam air mendidih selama 5 menit; panaskan dalam oven 160oC selama 2 jam; masukan dalam autoklaf 120oC selama 20 menit; atau rendam dalam etanol 70 dan bakar sebelum digunakan. Dengan pencucian dan penanganan yang baik dapat diharapkan dapat memperpanjang usia pakai dari peralatan tersebut. Beberapa ketentuan yang harus dipatuhi dalam pencucian peralatan adalah sebagai berikut Peralatan gelas dicuci pertama kali dengan menggunakan air dingin. Peralatan pipet yang telah digunakan sebaiknya diletakkan secara vertikal dalam wadah berisi hipoklorit 200 ppm. Tindakan ini akan mempermudah pembersihan dan meminimalkan resiko kontaminasi. Selanjutnya cuci dengan menggunakan sabun deterjen 1 dalam air hangat. Untuk membersihkan noda di tempat yang sulit dijangkau, sebaiknya menggunakan sikat yang sesuai. Peralatan yang terbuat dari plastik, sebaiknya dicuci dengan menggunakan spon agar plastik tidak tergores. Untuk mengetahui apakah peralatan telah dicuci dengan bersih. Apabila air membasahi seluruh permukaan alat dan membentuk lapisan tipis berarti peralatan sudah bersih; namun bila membentuk butiran air di permukaan alat berarti masih perlu dibersihkan lagi. Noda minyak atau kerak yang tertinggal Di unduh dari 102 pada peralatan gelas dan tidak dapat dibersihkan dengan menggunakan deterjen, sebaiknya dibersihkan dengan cara merendamnya selama semalam dalam campuran larutan pembersih asam sulfat pekat 1 bagian dan kalium dikromat 3 aq. 9 bagian. Selanjutnya cucilah hingga bersih dengan aliran air destilasi yang telah dipanaskan. Peralatan gelas yang telah dicuci harus dikeringkan pada rak pengering sebelum disimpan. Peralatan berbahan logam dapat dicuci dengan sabun deterjen dan kemudian dikeringkan dahulu sebelum disimpan. LEMBAR TUGAS Lakukan teknik pencucian alat gelas sesuai SOP 1. Pencucian alat-alat gelas 2. Pencucian alat ukur volume pipet, burete 3. Pencucian peralatan gelas yang digunakan untuk pekerjaan terkait dengan mikrobiologi Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan peralatan adalah Peralatan yang sejenis disimpan pada tempat yang sama dan diusahakan tetap kering. Penyimpanan peralatan gelas harus terpisah dari peralatan logam peralatan gelas dapat disimpan pada rak khusus atau dalam kotak, misalnya penyimpanan pipet, tabung reaksi, curvette, atau pipet hisap; Di unduh dari 103 termometer yang akan disimpan harus dikeringkan dahulu dan simpan beberapa saat di ruang terbuka pada suhu kamar, dan selanjutnya disimpan pada tempatnya. Gambar 51. Rak penyimpanan ose dan Rak penyimpanan pipet Sumber ... Gambar 52. Rak penyimpanan tabung reaksi, Rak penyimpanan curvette dan Rak penyimpanan kontainer pipet hisap Sumber ... LEMBAR TUGAS Lakukan penataan, penyimpanan dan pendataan peralatan laboratorium form Di unduh dari 104 2 Sterilisasi peralatan gelas Meskipun dapat disimpan lebih lama, mengapa bahan pangan bisa mengalami kebusukan? Salah satu penyebab kebusukan bahan pangan adalah peralatan yang digunakan tidak steril. Sterilisasi adalah proses membuat media atau material terbebas dari semua bentuk kehidupan. Produk pangan sudah melalui serangkaian sterilisasi untuk menghambat atau menghentikan reaksi biokimia dan aktivitas mikroba pembusuk. Sterilisasi bahan atau produk pangan dapat dilakukan dengan mencuci, memanaskan, memasak, atau menggunakan autoklaf untuk mengkombinasikan suhu dengan tekanan. Bahan pangan dan peralatan serta media yang digunakan dalam analisis mutu bahan pangan harus disterilisasi menggunakan salah satu dari metode sterilisasi Tabel 16. Sterilisasi peralatan dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu secara fisik, kimiawi, dan mekanik. Tabel 16. Metode sterilisasi Metode Perlakuan Material yang disterilisasi Autoclaving Uap panas 121oC, tekanan 15-17 Psi selama 15 menit sampai beberapa jam Peralatan yang tahan panas, seperti gelas, besi dan beberapa plastik Oven Udara panas 160oC selama 10 jam atau lebih Peralatan gelas dan besi, tetapi tidak disarankan untuk plastik dan cairan Penyaringan Melewatkan bahan melalui filter yang memiliki lubang berukuran . μm virus tidak dapat dihambat dengan metode ini Senyawa yang tidak tahan panas seperti asam amino, vitamin, anitbiotik, gula dan lain-lain Radiasi Penyinaran dengan ultraviolet atau radiasi energi tinggi lainnya Plastik. Hanya efektif untuk permukaan saja Gas Penguapan dengan gas yang reaktif, misalnya etilen oksida Padatan yang tidak tahan panas, misalnya plastik Di unduh dari 105 a Sterilisasi secara fisika Sterilisasi secara fisik adalahproses sterilisasi dengan menggunakan saringan filter, suhu tinggi panas, radiasi cahaya, dan tekanan untuk membunuh mikroba merugikan. Metode saringan dilakukan untuk membuang organisme dari larutan tidak tahan panas thermolabile dengan melewatkan larutan tersebut melalui filter yang dapat menahan bakteri bacterial-tight filter. Sterilisasi fisik dapat dilakukan dengan menggunakan panas. Proses sterilisasi dengan menggunakan panas dapat dilakukan secara sterilisasi kering menggunakan udara panas, sterilisasi lembab menggunakan air panas, danautoklaf. Untuk memudahkan sterilisasi, telah diciptakan wadah peralatan yang didisain untuk proses sterilisasi. Beberapa wadah tersebut adalah untuk cawan petri Gambar 14, pipet Gambar 23, dan pipet hisap Gambar 24. Proses sterilisasi dengan suhu tinggi dapat dilakukan dengan perebusan dalam air mendidih, penguapan uap air panas, aliran udara panas oven, atau kombinasi suhu tinggi dengan tekanan tinggi. Penggunaan autoklaf memungkinkan untuk mengkombinasi-kan tekanan 15 Psi dan suhu 121 C sehingga proses sterilisasi berlangsung lebih cepat, yaitu 15-30 menit. Umumnya bakteri mati pada proses sterilisasi dengan suhu 121 C selama 10 menit. Apabila suhu diturunkan hingga 170-180 C, proses sterilisasi berlangsung selama 2 jam. Sedangkan pada suhu 160 C proses sterilisasi berlangsung selama 3 jam. Di unduh dari 106 Gambar 53. Wadah sterilisasi cawan petri, Wadah sterilisasi pipet dan Wadah untuk sterilisasi pipet hisap Sumber Sterilisasi fisik banyak digunakan terhadap peralatan gelas atau keramik. Beberapa bahan atau produk pangan dan senyawa kimia yang tidak rusak oleh panas juga dapat disterilisasi dengan cara ini. Bahan yang akan disterilisasi dengan menggunakan autoklaf antara lain media kultur, jarum, senyawa termostable, kain, karet, atau bahan lain yang dapat rusak oleh panas. Radiasi sinar bergelombang pendek juga dapat digunakan untuk sterilisasi. Gelombang pendek dari sinar-X, gama, atau ultra violet memiliki daya tembus yang baik, sehingga akan membunuh mikroba. Iradiasi dengan sinar ultraviolet bukan cara sterilisasi yang memuaskan karena daya tembusnya terbatas. b Sterilisasi secara kimiawi Sterilisasi secara kimiawi adalah proses sterilisasi yang menggunakan senyawa kimia sebagai desinfektan. Senyawa asam dan basa kuat merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai desinfektan dalam sterilisasi secara kimiawi karena memiliki kemampuan menghidrolisis isi sel mikroba. Di unduh dari 107 Beberapa jenis senyawa kimia yang telah diketahui dapat membunuh bakteri adalah larutan CuSO 4 , AgNO 3 , HgCl 2 , ZnO dan banyak lainnya. Larutan garam NaCl 9, KCl 11, dan KNO 3 memiliki tekanan osmotik lebih tinggi sehingga dapat membunuh mikroba. Larutan garam juga dapat menyebabkan denaturasi protein. KMnO 4 1 and HCl merupakan desinfektan yang kuat karena dapat mengoksidasi substrat. CuSO4 digunakan sebagai algisida. Senyawa khlor merupakan oksidator kuat yang dapat membunuh mikroba dengan mekanisme sebagai berikut Cl 2 + H2 O HCl + HOCl HOCl H Cl + On Formalin formaldehid merupakan senyawa mudah menguap. Senyawa ini sangat efektif sebagai desinfektan dengan konsentrasi 4-20. Larutan alkohol dapat digunakan sebagai desinfektan. Senyawa ini dapat menyebabkan koagulasi pada protein mikroba. Konsentrasi alkohol yang digunakan memiliki kisaran 50-75. Etilen oksida digunakan dalam proses sterilisasi piring plastik dan pipet. Adapun senyawa Beta-propiolactone banyak digunakan untuk sterilisasi jaringan hidup. 3 Kalibrasi peralatan Laboratorium Prosedur analisis yang ideal sebaiknya memenuhi syarat-syarat penting yaitu sahih valid, tepat accurate, cermat precision, dapat diulang reproducible, khusus spesific, andal reliable, mantap stable, cepat, hemat dan selamat. Untuk menjamin keakuratan suatu hasil analisa maka peralatan pengukuran yang digunakan harus terjamin juga keakuratannya, agar tercapai hal tersebut maka dilakukan kalibrasi. Di unduh dari 108 Dari berbagai macam peralatan tersebut yang memerlukan kalibrasi adalah peralatan yang digunakan untuk mengukur alat ukur baik digunakan untuk mengukur volume, mengukur massa ataupun mengukur suhu. Peralatan ukur tersebut perlu dikalibrasi agar keakuratan hasil analisa dapat terjamin karena dengan menggunakan peralatan yang sudah dikalibrasi maka keakuratan peralatan ukur tersebut tidak diragukan lagi. a Peralatan Gelas Beberapa peralatan gelas yang perlu dikalibrasi diantaranya adalah Labu ukur, gelas ukur, pipet ukur, pipet volume dan buret. Tabel 17. Berbagai jenis dan fungsi peralatan gelas yang digunakan di laboratorium pengawasan mutu hasil pertanian yang perlu dikalibrasi No Nama alat Gambar Fungsi Kalibrasi 1. Pipet ukur measuring pipette Memindahkan sejumlah larutan dari satu wadah ke wadah lainnya dengan berbagai ukuran Membanding kan volume cairan yang diukur dengan standar 2. Pipet volume volume pipette Memindahkan sejumlah larutan yang diketahui secara teliti volumenya dari satu wadah ke wadah lainnya dengan satu ukuran. Membanding kan volume cairan yang diukur dengan standar 3. Gelas ukur graduated cylinder Mengukur volume larutan, cairan pada berbagai skalaukuran dengan ketelitian sedang Membanding kan volume cairan yang diukur dengan standar Di unduh dari 109 No Nama alat Gambar Fungsi Kalibrasi 4. Labu ukur volumetric flask Membuat suatu larutan dengan suatu volume yang diketahui secara teliti Membanding kan volume cairan yang diukur dengan standar 5. Buret burrette Memindahkan larutan sejumlah volume yang diketahui dengan teliti. Buret pada umumnya digunakan untuk titrasi Membanding kan volume cairan yang diukur dengan standar LEMBAR TUGAS Lakukan kalibrasi terhadap alatan ukur volume sesuai SOP 1. Kalibrasi pipet ukur 2. Kalibrasi pipet volume 3. Kalibrasi gelas ukur 4. Kalibrasi labu takar 5. Kalibrasi buret b Peralatan Pemanas Pemanas digunakan untuk berbagai kegiatan di laboratorium seperti pemanasan, penguapan, pengabuan, pendidihan larutan, dan membantu melarutkan bahan kimia. Alat pemanas yang perlu dikalibrasi diantaranya adalah oven dan tanur muffle. Di unduh dari 110 Tabel 18. Berbagai jenis dan fungsi peralatan pemanas yang perlu dikalibrasi No. Nama alat Gambar Fungsi Kalibrasi 1. Oven Mengeringkan peralatan sebelum digunakan Sterilisasi alat Mengeringkan bahan pada proses penentuan kadar air Membanding kan suhu dan waktu timer dengan standar 2. Tanur pengabu an muffle Pemanasan dengan menggunakan suhu tinggi hingga 1000 o C pengabuan Membanding kan suhu dan waktu timer dengan standar LEMBAR TUGAS Lakukan kalibrasi terhadap alat pemanas sesuai SOP 1. Kalibrasi oven 2. Kalibrasi mafle c NeracaTimbangan Secara garis besar timbangan yang digunakan dibedakan menjadi timbangan kasar, sedang dan halus. Timbangan kasar dengan ketelitian kurang atau sama dengan 0,1 g, timbangan sedang dengan ketelitian antara 0,01 g – 0,001 g dan timbangan halus dengan ketelitian lebih besar atau sama dengan 0,0001 g. Contoh peralatan Di unduh dari 111 untuk menimbang yang digunakan di laboratorium dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 19. Contoh peralatan untuk menimbang yang digunakan di laboratorium No Nama alat Gambar Fungsi Kalibrasi 1. Neraca kasar teknis Menimbang bahan dengan ketelitian rendah 0,1 gram Neraca digital atau neraca satu lengan piringan Membanding kan berat bahan yang ditimbang dengan standar 2. Neraca sedang Menimbang bahan ketelitian sedang 0,01 – 0,001 gram Membanding kan berat anak timbangan dengan standar 3. Neraca analitik Menimbang bahan dengan ketelitian tinggi 0,0001 gram Membanding kan berat bahan yang ditimbang dengan standar LEMBAR TUGAS Lakukan kalibrasi terhadap timbangan sesuai SOP 1. Kalibrasi timbangan kasar 2. Kalibrasi timbangan sedang 3. Timbangan analitik Di unduh dari 112 d. Persiapan Bahan Kimia